Selasa, 20 Maret 2012

JAMUR


A. Mengenal jamur
     Jamur merupakan tanaman yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri. Jamur hidup dengan cara mengambil zat zat makanan, seperti selulosa,glukosa,lignin,protein dan senyawa pati dari organisme lain.Dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh hifa ( bagian jamur yang berbentuk seperti benang halus,panjang dan kadang bercabang),bahan makanan tersebut diuraikan menjadi senyawa yang dapat diserap untuk pertumbuhan.Oleh karena itu,jamur digolongkan sebagai tanaman heterotrofik,yaitu tanaman yang kehidupannya tergantung pada organisme lain.

Jamur Ling zhi ( Ganoderma lucidum )


     Yang dikenal diberbagai negara ,terutama negara - negara produsen obat.maka dari itu jamur ling zhi dikenal sebagai jamur obat.Adapun keguanaan  untuk menjaga kebugaran tubuh,penghambat kanker atau tumor,menjaga keawetan organ tubuh,pencuci racun,memulihkan sistem kerja tubuh dan menguatkan fungsi kerja tubuh

Jamur Merang ( Volvariella volvaceae )

     
    Selain mengandung senyawa eritadenin yang berkhasiat sebagai anti racun, juga mengandung sejenis antibiotik yang berkhasiat mencegah kekurangan darah (anemia),kanker,dan menurunkan tekanan darah tinggi

 Jamur Kuping ( Auricularia sp )

 Jamur Kuping merah ( Auricularia  auricular-judae )


Jamur Kuping hitam ( Auricularia polythrica )


     Lendirnya dipercaya oleh warga Thionghoa bisa meningkatkan daya tahan tubuh,melancarkan aliran darah dan menurunkan kadar kolesterol serta menetralkan senyawa toksik atau racun yang terkandung dalam bahan sayuran lain ketikan dimasak bersamaan.Berbeda dengan orang Thionghoa,orang Inggris percaya jika jamur kuping dapat menyembuhkan sakit tenggorokan hanya dengan mengkonsumsinya dalam bentuk olahan.Hal ini dibuktikan oleh Profesor Harnmsmith, seorang pakar BIOLOGI dari Amerika Serikat 


Jamur Kancing/Champignon ( Agaricus bisporus )

    Jamur kancing/champignon memiliki kandungan serat yang tinggi,yang kita ketahui serta berfungsi mengatasi masalah kolesterol,dan jugan dapat mengoptimalkan fungsi ginjal,mengatasi defisiensi gizi dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh,dikarenakan mengandung senyawa asam glumat


Jamur Shiitake ( Lentinula edodes )


      Lentinan yang terkandung di dalam jamur shiitake terbukti efektif dalam mencegah pertumbuhan sel-sel kanker,terutama kanker usus dan tumor.Ekstrak jamur ini digunakan untuk bahan baku obat antikanker yang  diproduksi oleh Jepang.Selain itu juga terbukti lebih cepat menangani virus influenza, juga terbukti ampuh dalam membunuh bakteri dari gugus po;isakarida,pembentukan senyawa ini.Senyawa lentinan mengandung juga Host Defence Potentiator ( HDP ) yang berguna bagi sistem pertahan tubuh.Senyawa ini merupakan prekursor dan simulator untuk meningkatkan peranan sel-sel darah putih dalam pertahanan tubuh.Mengatasi impotensi serta disfungsi ereksi,memperbaiki sistem sirkulasi atau memperlancar pembuluh darah jantung,menurunkan hipertensi,kekurangan gizi,dan dapat menurunkan kadar gula dalam darah memperkecil terjadinya komplikasi penyakit akibat diabetes.

Jamur Tiram ( Pleurotus sp )

 Jamur Tiram Putih ( Pleurotus florida )

  
Jamur Tiram Merah ( Pleurotus flabelatus )


 Jamur Tiram Coklat ( Pleurotus cystidiosus )


Jamur Tiram Biru Abu - abu ( Pleurotus populinus )


Jamur Tiram Kuning ( Pleurotus citrinipileatus )


Jamur Tiram Kelabu ( Pleurotus sajor-caju )


Jamur Tiram putih ( Pleurotus ostreatus )


King oyster  ( Pleurotus eryngii )

  
( Pleurotus pulmonarius )


( Pleurotus sapidus ) 


( Pleurotus cornucopiae )


     Di jepang jamur tiram disebut hiratake dimanfaatkan sebagai jamur obat antikolesterol,keampuhan sebagai penurun kolesterol karena mengandung lovastatinyang termasuk dalam kelompok statin.Selain itu juga dapat atau bisa dimanfaatkan sebagai anti bakteri,anti inflamasi,tekanan darah dan memperbaiki sistem imun 

MENGENAL MEDIA TANAM JAMUR


PERTUMBUHAN MISELIUM PADA MEDIA SINTETIK

Media sintetik yang sangat baik untuk pertumbuhan adalah Malt Pepton Agar (MPA) dan Malt Extract Agar (MEA).Namun  yang paling popular dikalangan pembibit jamur tiram skala rumah tangga adalah Potato Dextrose Agar (PDA).Pertumbuhan miselium dapat dipercepat dengan penambahan seperti arang aktif.Selain itu dapat pula ditambah dengan nutrient dan garam – garaman seperti sulfit liquor, berbagai sakarida, baham – bahan yang mengandung protein seperti tepung kedelai, bahan – bahan yang mengandung nitrogen NaNO₃,Ca(NO₃)₂,dan bahan lain seperti NaHPO₄ serta CaCO₃

Diameter koloni jamur tiram pada media MPA,MEA,dan PDA yang diinkubasi pada suhu kamar
Nama                                                             MPA                      MEA                    PDA
Pleurotus sp.6(10 hari)                                   3,42cm                  2,27cm                  2,9cm   
Pleurotus sp.8(10 hari)                                   7,90cm                  6,50cm                  7,38cm
Pleruotus sajor-caju (7 hari)                                                        5,64cm                  8,60cm 

Bahan tanam yang dapat digunakan untuk menumbuhkan miselium dapat berupa potongan jaringan yang berasal dari bagian antara tangkai dengan tudung , maupun dari batang.Bahan tanaman yang terbaik adalah berasal dari potongan jaringan antara tangkai dengan tudung dan pada bagian tangkai.Pada media MEA maupun PDA, miselium jamur tiram biasanya sudah mulai tumbuh pada hari kedua masa inkubasi, yakni sekitar satu minggu dari saat ditanam.Namun, dari hasil penelitian diketahui bahwa pertumbuhan miselium pada media MEA masih lebih baik dari PDA.Pada hari ke-10, miselium yang tumbuh pada media MEA sudah hamper memenuhi cawan petri ukuran diameter 9 cm, sementara miselium pada media PDA baru bias memenuhi cawan petri pada hari ke-12.

Spora jamur tiram juga dapat ditumbuhkan pada media PDA atau MEA,yakni ditanam menggunakan teknik kultur taburan atau teknik goresan.Teknik kultur taburan  prinsipnya adalah menaburkan spora pada media MEA dan PDA sehingga spora terpisa-pisah menjadi spora tunggal.Sementara prisip dari teknik goresan adalah mengambil suspensi spora menggunakan alat yang disebut jarum ose, kemudian digoreskan di permukaan  media.Spora-spora tunggal tersebut ,baik dari kultur taburan dan goresan selanjutnya, akan tumbuh menjadi miselium yang juga membentuk koloni terpisah.Koloni inilah yang dipindahkan ke media baru untuk dijadikan sebagai kultur murni.

Miselium yang berasal dari spora tunggal biasanya akan menghasilkan sifat yang seragam sehingga kerap kali digunakan untuk memilih varietas dengan sifat yang diinginkan.Walaupun jamur tiram yang ditumbuhkan ada kemungkinan berubah sifat, tetapi spora memiliki beberapa keunggulan, antara lain dapat disimpan dalam jangka panjang atau waktu yang sangat lama (asalkan dalam keadaan kering), miselium yang tumbuh dari kultur spora mempunyai sifat viabilitas (daya hidup) tinggi, kemampuan miselium hasil spora dalam merombak lignoselulosa tidak menurun sehingga daya hidup media berbahan lignoselulosa juga tetap tinggi

PERTUMBUHAN MESELIUM PADA KULTUR CAIR

                Seperti pada media sintetik yang biasanya menggunakan media agar, baik miselium maupun spora dapat tumbuh menjadi miselium baru apabila ditumbuhkan pada media cair.Spora  setelah terkena media cair akan segera berkembang dan tumbuh menjadi miselium.Miselium jamur tiram putih dalam media cair yang digijik akan membentuk koloni seperti  pelet. Dimedia kultur cair, miselium jamur tiram dapat tumbuh sebanyak 40-50 gram/100 gram glukosa.Produksi miselium pada kultur cair dapat digunakan untuk pembuatan bibit jamur tiram.Oleh karena itu, penggunaan kultur cair sangat mendukung usaha produksi misellium dalam kala industri.

                Komposisi nutrient didalam media dapat mempengaruhi pertumbuhan miselium.Sebagai contoh :penambahan sulfit liquor (limbah industry kertas) konsentrasi rendah (0,01-0,1%) dalam nutrient dapat meningkatkan produksi miselium.Namun, bila silfit liquor diberikan pada konsentrasi yang tinggi tidak akan berdampak buruk pada pertumbuhan miselium.untuk itulah , pentingnya mengetahui komposisi nutrient yang pas dalam membuat culture cair yang akan digunakan sebagai media pertumbuhan miselium jamur tiram.

PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT Jamur Tiram


HAMA dan PENYAKIT pada budidaya JAMUR TIRAM

A. HAMA

    Pada budidaya jamur tiram, jamur mempunyai aroma yang khas yang dapat mengundang berbagai macam hama pengganggu.Serangga atau hama pengganggu dapat menghambat pertumbuhan jamur tiram, bahkan mengganggu pertumbuhan miselium dan substratnya. Beberapa hama yang menggangu pertumbuhan jamur :

Gambar : Lalat

Lalat menjadi hama penggangu karena dapat meletakkan telur didalam media.Jika telur menetas, larva akan merusak miselium dan jamur tiram dewasa.Selain bertelur lalat juga membawa Tungau yang merupakan hama bagi jamur.Macam species lalat yang biasa ditemukan pada budidaya jamur sebagai berikut :

Sciarid ( Lycoriella solani dan Lycoriella auripila )


Larva Sciarid


Phorids ( Megaselia haserata dan Megaselia nigra )

Cecids ( Heteropeza pygmaea,Mycophila speyei dan Myciphila barnesi )


Larva Cecids


Tungau ( Tyrophagus putrescentiae dan Linopodes antennaepes )


Kumbang ( Cyllodes bifacies )



Cara mengatasi :
  • Segera panen semua jamur hingga tak tersisa.Baglog dibersihkan dari sisa akar yang tersisa
  • Semprotkan Insektisida organik
  • Bila belum berhasil semprotkan insektisida kimia berbahan aktif dichloros misalnya : Lannate atau Lebacyd.
Semprot kumbung sesuai dosis anjuran atau lebih rendah untuk menyeprot hama. Selama penyemprotan, kumbung tidak boleh disemprot air.Bila jamur tiram  baru tumbuh, segera buang karena berpotensi mengandung racun.Setelah tumbuh berikutnya biarkan tumbuh. Kondisi lingkungan harus diperbaiki  terutama sirkulasi udara, hindari udara yang terlalu lembab

B. PENYAKIT

    Penyakit yang menyerang budidaya jamur tiram pada umunya disebabkan oleh bakteri dan jenis jamur lain. Serangan yang terjadi tidak hanya terhadap substrat atau baglog tanam, tetapi terhadap jamur yang ditanam. Serangan bakteri pada tumbuhan jamur tiram menyebabkan jamur tiram rusak, membusuk, berlendir, sehingga tidak bernilai jual.

Jenis - jenis jamur parasit :
  • Chaetemium spp : Tumbuh noda hijau, efek dari serangan tersebut adalah akar jamur menjadi lemah sihingga mudah rontok. Pengendalianya adalah Sterilisasi sempurna,mengurangi tingkat kepadatan dan kelembapan ( kandungan air ) media tumbuh
  • Coprinus spp : Timbul warna biru pada tudung jamur tiram , efek dari serangan ini menghambat pertumbuhan miselium dan merusak miselium. Pengendaliannya adalah mempercepat waktu panen, mengurangi kandungan amonium ( pupuk ) dalam media tumbuh, sterilisasi dengan baik
  • Neurospora spp : Timbul tepung orange pada permukaan kapas atau penyumbat baglog atau substrat,efek dari serangan ini menghambat pertumbuhan miselium dan tumbuh buah. Pengendalianya adala sterilisasi media tumbuh dengan baik, memperbaiki alat sterilisasi yang bocor, menutup sumbatan pada media tanam dengan plastik saat sterilisasi
  • Mucor spp : Timbul noda hitam pada permukaan media tumbuh substrat atau baglog. Pengendalianya adalah menurunkan suhu ruangan atau kumbung dengan membuka dan mengatur ventilasi ( sirkulasi udara )
  • Penicilium spp : Tumbuh miselium berwarna coklat tua ( merah tua ). Pengendaliannya adalah menjaga kebersihan tempat atau ruangan inkubasi, membuang media substrat atau baglog yang terkontaminasi

CARA MEMBUAT MEDIA SINTETIK


MEDIA  JAMUR  PDA Potato Dextrose Agar ) dan MEA ( Malt Extract Agar )
PDA Potato Dextrose Agar )
Untuk membuat media PDA sebanyak  1 liter dibutuhkan komposisi bahan :
  1. 200-250 gram kentang segar
  2. 20 gram dextrose
  3. 15-20 gram agar-agar powder
  4. 1 liter air aquades

Cara membuat PDA ( Potato Dextrose Agar )
  • Buang kulit kentang,cuci,lalu potong-potong kecil.Rebus dengan 1 liter air aquades  sampai kentang matang ,tetapi jangan terlalu lama memasaknya.
  • Saring air rebusan kentang menggunakan kain saring atau penyaring  teh  dan tambahkan air aquades sampai  1 liter
  • Tambahkan 20 gram dextrose, dan 15 gram agar-agar aduk hingga merata selama kurang lebih 30 menit sampai semua agar-agar larut
  • Ukur 10-15 ml media agar daam keadaan panas, masukan kedalam tabung reaksi steril lalu tutup dengan kapas dan almunium foil,ikat dengan karet kuat
  • Masukan dalam autoclave setrilkan dengan suhu 121°C, dengan tekanan 1,5 psi atau 1 atm.
  • Matikan dan tunggu sampai tekanan dan suhu menunjukan angka nol

MEA ( Malt Extract Agar )
Untuk membuat media MEA sebanyak 1 liter dibutuhkan komposisi bahan :
  1. 5,0  gram malt extract
  2. 10,0 gram tepung kedelai
  3. 1,0 gram pepton
  4. 0,5 gram KH₂PO₄
  5. 0,5 gram MgSO₄.7H₂O
  6. 1,0 ml larutan FeCl₃ 1%
  7. 0,1 gram yeas axtract
  8. 15,0 agar powder
  9. 1,0 liter air aquades

Cara membuat media MEA Malt Extract Agar )
  • Timbang semua bahan, masukan ke dalam gelas atau wadah lain, tambahkan 1 liter air aquades, aduk hingga larut
  • Panaskan larutan tersebut hingga mendidih, sambil diaduk-aduk hingga agar-agar  alrut dan merata
  • Ukur 10-15 ml media agar daam keadaan panas, masukan kedalam tabung reaksi steril lalu tutup dengan kapas dan almunium foil,ikat dengan karet kuat
  • Masukan dalam autoclave setrilkan dengan suhu 121°C, dengan tekanan 1,5 psi atau 1 atm.
  • Matikan dan tunggu sampai tekanan dan suhu menunjukan angka nol