Minggu, 25 Maret 2012

Budidaya Jamur Merang

Tahapan Budidaya Jamur Merang
   Tahapan budidaya jamur merang mencangkup pembuatan kompos, sterilisasi, penanaman bibit, penumbuhan tubuh buah dan pemanenan.

Pembuatan kompos jamur merang
   Telah dijelaskan bahwa jamur merang dapat tumbuh dengan baik di media yang telah dikomposkan. Pengomposa n dilakukan dengan tujuan untuk mengaktifkan mikroflora termofilik, misalnya bakteri dan fungi yang akan merombak selulosa' hemiselulosa, serta lignin sehingga lebih mudah dicerna oleh jamur.Selama proses pengomposan akan timbul panas yang dapat mematikan organisme pesaing yang akan merugian bagi pertumbuhan jamur.Adapun secara lengkap komposisi media untuk budidaya jamur merang  450 kg sebagai berikut :

  • Jerami kering 2 ton
  • Bekatul 400 kg
  • Kapur 300 kg
  • Kapas bekas pemintalan 300 kg
  • Urea 2 kg
  • Kotoran ayam 100 kg
Adapun langkah - langkah pembuatan media kompos ( media utama ) sebagai berikut :
  • Jerami yang telah kering dipotong sekitar 10 cm
  • Jerami dicuci dengan air mengalir selama 1 jam, kemudian ditiriskan
  • Bekatul, kapur, kotoran ayam dan urea dicampur hingga merata
  • Potongan jerami disusun setebal 10 cm dan diatasnya ditaburi campuran bekatul, kapur, kotoran ayam, dan urea
  • Diatas lapisan diatas diberi lapisan yang sama. yaitu potongan jerami setebal 10 cm, lalu ditaburi campuran bekatul, kapur, kotoran ayam dan urea. lapisan ini dibuat secara terus hingga habis.Dengan demikian akan menghasilkan panas, dan pengomposan akan berjalan sempurna.
  • Susunan lapisan tersebut ditutup dengan plastik untuk mengaktifkan mikroorganisme yang membantu proses pengomposan.
  • Pada hari keempat dan kedelapan pengomposan , media dibalik. Pembalikan media bertujuan supaya proses fermentasi dapat merata.
  • Pengomposan selesai pada hari kesepuluh. 
Gambar : Jerami 

   Media tambahan seperti kapas atau ampas aren sebaiknya dikomposkan tersendiri , tetapi dalam waktu yang bersamaan .Tujuan pemberian media tambahan ini untuk meningkatkan hasil produksi jamur merang sekaligus untuk memanfaatkan limbah yang ada disekitar lokasi.Pengomposan media utama dan media tambahan tidak berbeda.Perbedaanya dilapisan atas jerami diberi kapas atau ampas aren.
Jerami yang telah menjadi kompos umumnya dicirikan dengan :


  • Tidak berbau amoniak
  • Warna yang dikomposkan coklat berubah menjadi kehitaman
  • Tekstunya menjadi lunak
  • Rendemen atau kadar airnya 65% yang dapat diukur dengan cara memijatnya, bila terasa basah tetapi tidak menetes
  • Dengan kadar keasaman atau PH 7 - 7,5
Gambar : PH meter

Gambar : Alat pengukur kadar air
Sterilisasi media jamur merang
   Media yang telah dikomposkan kemudian disusun dalam rak setebal 20cm, proses selanjutnya adalah sterilisasi.Tujuan dari proses sterilisasi ini adalah mematikan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan pertumbuhan jamur dan menghilangkan bau amoniak.
   Proses sterilisasi dengan cara mengalirkan uap air panaa selama 8 jam dengan suhu 70 derajat kedalam kumbung yang sudah diisi media.Pada saat proses sterilisasi berlangsung sebaiknya seluruh celah pada kumbung ditutup rapat.


Penanaman bibit jamur merang
   Setelah proses sterilisasi selesai, suhu kumbung dibiarkan turun sampai suhu 30 derajat.Pada suhu tersebut segera dilakukan penanaman bibit jamur merang.Pembibitan dilakukan pada suhu 30 derajat bertujuan mencegah tumbuhnya jamur kontaminasi karena media sudah didomonan oleh bibit jamur merang. Penanaman bibit jamur merang dilakukan dengan cara menebarkan bibit jamur merang semai kepermukaan dan lapisan tengah media.Bibit sebanyak 300 gr dipergunakan untuk luasan satu meter persegi.Jumlah bibit jamur merang yang diberikantidak berpengaruh hasil daripada jamur merang.tetapi berpengaruh pada penekanan tumbuh jamur atau cendawan kontaminasi.Selain dengan kepadatan bibit jamur merang, pertumbuhan cendawan kontaminasi dapat dicegah dengan sterilnya peralatan yang digunakan untuk menebarkan bibit jamur merang.


Penumbuhan tubuh buah
   Setelah penanaman bibit, tahapan selanjutnya adalah masa inkubasi yaitu masa penumbuhan miselium. Pada saat masa inkubasi, pintu dan jendela kumbung ditutup rapat karena oksigen yang dibutuhkan miselium jamur merang sedikitsekali.Dengan kondisi yang tertutuptersebut suhu ruangan dipertahankan pada kisaran30 - 35 derajat celcius.Pengontrolan suhu dan pemeriksaan adanya kontaminasi harus selalu dilakukan .Apabila terjadi kontaminasi, media yang ditumbuhi cendawan atau jamur lain harus hilang.Pada hari keempat dari pembibitan, masuk masa generatif yaitu penumbuhan calon buah.Pada fase ini jendela dibuka supaya cahaya matahari dan sirkulasi udara dapat berjalan baik.Hal ini dilakukan untuk memacu terbentuknya tubuh buah.Untuk terbentuknya tubuh buah diperlukan kadar karbondioksida kurang dari 0,08-0,05%, dan keembapan dibutuhkan 80-90%.Media tidak boleh kering, tetapi juga tidak terlalu basah.

Tidak ada komentar: